My Story

Mylife,myStory Part V

My Idhul Idha

Hari Raya Idhul Adha kali ini untuk kesekian kalinya gue melewati hari besar sendiri tanpa keluarga, sepi? pastinya, sedih? sudah tentu. Namun tak ada yang bisa gue lakuin, selain keluarga gue jauh, posisinya juga mencar sana sini. Kaka gue di kalteng, gue di kalsel, ortu, kaka, dan ade gue di kaltim, cuma di kalbar aja yang ga ada (wkwkkwkwk….). walaupun ngumpul itu jarang sekali bisa lengkap, pasti ada saja yang ga ada. Dulu waktu kecil pengen banget cepat besar, sekarang sudah besar ingin kembali ke masa kanak-kanak. Walaupun masa kanak-kanak gue juga ga bahagia, tapi setidaknya gue ngumpul sama keluarga. Tidak seperti sekarang sendiri dan tidak bahagia, tragis T_T.

Kali ini untuk sekian kalinya gue korban perasaan bukannya korban sapi, kambing, atau domba. Selain memang belum ada rezeky buat berkorban, hari raya idhul adha kali ini berasa sangat sepi dan suram bagi gue. Di sini suasananya terasa hambar, suara takbirnya pun tidak seperti di desa, benar-benar berbeda. Mungkin karena gue tinggal di kota kali ya. Yang masyarakatnya sudah mengalami pergeseran budaya, di mana orang-orangnya lebih suka mengunjungi tempat hiburan dan tempat wisata daripada mengunjungi rumah sanak saudara untuk sekedar silahturahmi. Ya dari pada gue BT sendirian di rumah, gue mutusin buat ngunjungin rumah-rumah teman-teman gue. Gue sms mereka, ada yang balas tapi mau ke tempat neneknya sampai sore lagi katanya, sakit itu di sini.