Sosial

Ketika Uang sudah menjadi Tuhan

Jaman sudah mulai bergeser dan norma-norma kehidupan pun sudah banyak ditinggalkan. Budaya malu yang dulu banyak dianut masyarakat kita, sekarang seperti sudah ditinggalkan. Dulu orang malu untuk berpegangan tangan ataupun berciuman di depan umum, tapi sekarang hal itu seperti sudah lumrah. Dulu orang malu untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya dan sekarang itu sudah biasa. Sekarang orang – orang seperti tidak segan untuk melanggar norma-norma yang ada dimasyarakat. Nilai –nilai luhur yang sudah ratusan tahun dianut oleh leluhur kita seperti habis tergerus oleh jaman.

Kemajuan teknologi juga menjadi salah faktor penyebab bergesernya norma kehidupan di masyarakat. Dijaman yang serba canggih ini orang seperti tidak bisa hidup tanpa gadgetnya. Dari tukang becak sampai pengusaha rata-rata memiliki telephone genggam. Benda yang satu ini seperti wajib untuk dimiliki semua orang. Bahkan anak balita pun banyak yang sudah bisa menggunakan gadget yang satu ini, ajaib bukan? dan orangtuanya pun terkesan membiarkan anaknya untuk bermain dengan benda yang satu ini tanpa memikirkan dampak radiasi yang ditimbulkan oleh handphone pintar ini bagi kesehatan anak mereka. Dan semahal apapun harga handphone pintar ini, orang-orang akan tetap berusaha untuk membelinya. Memiliki handphone pintar seperti sudah menjadi gaya hidup masyarakat kini. Dan masyarakat di Negara ini memang terkenal sebagai masyarakat yang konsumtif.

Orang dijaman ini sudah tidak hidup sesuai kebutuhan hidupnya tapi hidup dengan gaya hidupnya. Karena itu orang-orang mulai berlomba mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya agar bisa memenuhi gaya hidupnya. Tak peduli bagaimana cara untuk mendapatkannya, baik dengan korupsi, mencuri, merampok, menipu, menjual organ tubuh bahkan menjual harga diri. Miris bukan? organ tubuh yang hanya bisa diciptakan oleh Tuhan sekarang dapat dengan mudah ditukar dengan benda ciptaan manusia yang berbentuk lembaran kertas bernama uang. Padahal benda bernama uang itu dapat dengan mudah disobek atau dibakar, tapi manusia mau menukarkannya dengan sesuatu yang hanya bisa diciptakan Tuhan-Nya. Bahkan demi uang, orang dapat begitu mudah menghilangkan nyawa saudaranya sendiri. Menjual harga diri dan kehormatanpun seperti sudah hal biasa saat ini dengan beralasan latar belakang ekonomi. Apakah uang sudah seperti tuhan saat ini? Hingga demi mendapatkannya larangan Tuhan-Nya pun dilanggar.