Mancanegara

Lagi, Tragedi Mina Terulang Kembali

Cobaan datang silih berganti bagi jemaah haji tahun ini, kejadian yang memilukan hati datang berulang kali. Belum lagi hilang rasa trauma karena jatuhnya crane dan menewaskan seratus lebih jemaah haji, kini lontar jumroh di Mina pun menewaskan 753 jemaah haji dan 800 lebih jemaah yang mengalami luka-luka. Menurut berita yang beredar, 14 diantaranya adalah warga Negara Indonesia.

Tragedi Mina memang bukan kali ini saja terjadi, tapi sudah beberapa kali. Dan hal ini sepertinya tidak diambil pelajaran bagi sebagian orang. Pemerintah Arab Saudi sudah berusaha membagi jadwal bagi jemaah haji yang akan melontar jumroh. Namun hal ini seperti tidak digubris bagi sebagian orang. Memang waktu terbaik untuk melontar jumroh adalah antara jam 10 pagi sampai tengah hari. Tapi haruskah kita semua memaksakan diri untuk mengejar waktu tesebut. Berdesak-desakkan dan saling dorong satu sama lain hanya karena mengejar waktu tersebut. Akhirnya mereka yang lemah akan terjatuh dan terinjak-injak dan akhinya meninggal. Bukankah akhirnya kita tanpa sengaja telah membunuh saudara kita sendiri. Bukankah Allah SWT maha mengetahui, Allah sudah mengetahui niat kita untuk berhaji. Dan kalaupun waktu lontar jumroh kita lewat dari waktu yang terbaik, menurut saya itu tidak masalah. Daripada harus berdesak-desakkan dan menimbulkan korban jiwa. Bukannya islam mengajarkan sabar, kenapa kita tidak bersabar menunggu waktu yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Arab Saudi. Karena apabila tidak ada kesadaran dari diri kita sendiri, kejadian ini akan terulang kembali ditahun-tahun yang akan datang. Biarpun Pemerintah Arab Saudi sudah memperluas jalan dan terowongan yang ada.

Saya harap kejadian ini tidak akan pernah terulang kembali, karena kejadian ini sangat memilukan hati dan meninggalkan duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Rasa gembira karena ayah, ibu, saudara atau anak karena bisa menunaikan ibadah haji berubah jadi duka karena orang tercinta wafat di tanah suci. Anda tentu tak ingin hal ini terjadi pada keluarga anda bukan? maka taatilah aturan yang sudah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi tentang jadwal lontar jumroh ataupun aturan lainnya. Mengatur ratusan juta orang yang ingin menuaikan ibadah haji tentu bukan hal yang mudah bagi mereka. Maka bantulah mereka dengan mentaati aturan yang sudah ditentukan. Kejadian ini sudah terjadi,saling menyalahkan pun tak ada guna. Lebih baik kita intropeksi diri sendiri dan mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian ini. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, Amiiiiin.