Harta, Tahta, Wanita, dan Pria

Harta, Tahta, Wanita, dan Pria

Selama ini orang bilang kalau pria identik dengan harta, tahta, dan wanita. Tapi tidak hanya pria, wanitapun sama, tidak terlepas dari yang namanya harta, tahta, dan pria. Karena harta dan kekuasaan tidak hanya menyilaukan mata kaum hawa, namun juga mata kaum adam, walaupun mungkin jumlahnya tidak sebesar kaum hawa. Karena tidak hanya wanita muda yang jadi simpanan Om-om tapi pria muda pun banyak yang jadi simpanan tante-tante. Karena di tengah pergeseran budaya dan konsumtifnya masyarakat Indonesia, orang-orang cenderung ingin mendapatkan keinginannya dengan cara mudah dan cepat, meskipun harus melanggar batasan norma bahkan melanggar hukum. Karena yang terpikir dibenaknya cuma kesenangan tanpa harus berpikir tentang sebab akibat. Karena Mungkin bagi mereka nikmati yang ada masalah besok lihat besok saja.

Harta, dengan harta yang berlimpah orang bisa membeli apapun yang dia suka tanpa harus berpikir panjang. Sehingga hidup begitu mudah dimata orang yang beruang. Meraka bisa makan apapun yang mereka suka, membeli segala jenis mobil yang mereka suka, bepergian keberbagai belahan dunia yang mereka suka. Hingga hidup seperti di surga bagi mereka. Meskipun sudah bergelimang harta tidak akan membuat seseorang puas, kadang mereka butuh kekuasaan. Karena dengan kekuasaan, seseorang akan merasa dihormati dan disegani. Dengan kekuasaan dan jabatan juga akan menaikkan tingkat sosial seseorang. Hal ini juga yang kadang membuat seseorang lupa diri, dan membuat mereka susah membedakan mana yang teman dan mana lawan. Pria yang mempunyai harta dan kekuasaan, akan membuatnya selalu dikelilingi bidadari-bidadari cantik layaknya madu yang selalu dikelilingi lebah. Gaya hidup yang mewah namun tak mampu memenuhinya, membuat seorang wanita rela menjadi wanita simpanan, tak peduli dengan gunjingan tetangga. Memang banyak orang tergiur melakukan pekerjaan mudah dengan uang berlimpah. Memang kaun hawa mempunyai pesona yang bisa membuat kaum adam lupa diri, keluarga, anak, bahkan istri. Dan akhirnya memilih untuk mendua tanpa berpikir hancurnya sebuah keluarga akibat perbuatannya. Bahkan seorang Aa Gym pun tidak bisa menolak pesona seorang wanita sehingga memilih untuk Polygami. Dan berujung gugatan cerai istri pertama, namun akhirnya memilih rujuk setelah sempat bercerai. Laen halnya dengan Malinda Dee, mempunyai jabatan tinggi di tempatnya bekerja serta gaji yang besar tidak membuatnya puas diri dan bersyukur. Namun wajar saja kalau dia tidak bersyukur, karena apa yang telah diberikan Tuhan padanya saja tidak dia syukuri dan diubah-ubah dengan bantuan pisau bedah dan silikon. Dan akhirnya dia nelangsa di jeruji besi dengan peradangan di sana sini akibat operasi plastik. Dudukpun sekarang dia susah akibat pecahnya silikon yang ada di pantatnya, pantat yang dulunya tidak disyukuri hinggap dipermak sana sini. Tidak hanya harta dan tahta yang menyilaukan mata malinda Dee, pria muda pun membuat dia terpesona. Hingga memanjakan pria mudanya dengan mobil mewah dan hartanya yang berlimpah. See…tidak hanya pria yang silau matanya karena harta dan tahta, wanitapun sama.

Oleh karena itu, kita sebagai manusia hendaknya bijak dalam menatap nikmat yang diberikan. Karena disetiap nikmat yang kita terima terselip ujian di dalamnya. Memang harta yang berlimpah dan kekuasan membuat hidup jadi lebih mudah namun segala kemudahan itu juga yang kadang menjerumuskan kita. Harta dan tahta harunya membuat kita jadi manusia yang mulia di dunia dan akhirat, bukan justru sebaliknya. Dengan harta dan tahta yang kita miliki harusnya kita bisa menolong orang banyak, bukan justru menyengsarakan orang banyak. Karena harta, tahta, wanita, dan pria hanya titipan sementara yang dalam sekejap mata bisa hilang begitu saja. Namun amal baik yang kita lakukan semasa hidup tak akan pernah hilang.