Buaya Vs Cicak Jilid II, Who is the winner?

Sungguh miris rasanya melihat berita di Telivisi akhir-akhirnya, apalagi kalau berita yang disajikan adalah pertikain antara dua penegak hukum di Negeri ini. Dua penegak hukum harus saling bahu membahu memberantas kejahatan di Negeri ini bukannya saling memenjarakan satu sama lain. Pasti sekarang Ibu Pertiwi sedang menangis, karena anak-anaknya sedang terpecah belah. Ibu mana yang sanggup bila anak-anaknya tercerai – berai. Entah siapa yang benar dan siapa yang salah, kebenaran pasti akan selalu menang.

Kisah Buaya Vs Cicak jilid II berawal dari ditetapkannya Budi Gunawan calon Kapolri Republik Indonesia sebagai tersangka oleh KPK. Hal ini seperti menyulut api dalam sekam, yang akhirnya membara dan membakar hati orang-orang disekitarnya. Tak lama berselang dari ditetapkan Budi Gunawam sebagai tersangka, Wakil Ketua KPK (Bambang Widjojanto) diciduk polisi usai mengantarkan anaknya sekolah. WB ditangkap dengan sangkaan memberikan kesaksian palsu pada kisruh pilkada kota Waringin Barat Kalimantan Tengah. Penangkapan ini terkesan mendadak dan menyulut reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Dan mereka beramai-ramai berdemo meminta WB segera dibebaskan sambil membawa spanduk yang bertuliskan Save KPK. Aksi mereka ini tidak sia-sia, karena keesokan harinya BW dibebaskan bersyarat. Bukan saja Bambang Widjojanto yang terjerat kasus, Ketua KPK dan Wakil Ketua KPK yang lainnya juga tersandung masalah. Ketua KPK tersandung masalah peerselingkuhan dan wakilnya yang lainnya dilaporkan atas pencurian sejumlah saham. Hm…benarkah kasus yang disangkakan kepada mereka bertiga? cuman Tuhan dan mereka – mereka bersangkutan. Kisruh diantara dua penegak hukum membuat panas politik di Indonesia. Karena masalah yang dibahaspun sangat sensitif dan seperti gayung bersambut. Satu sama lain merasa dirinya benar dan saling melontarkan pernyataan-pernyataan yang membuat suasana seperti panas.

Apapun yang terjadi diantara dua penegak hukum ini semoga dapat terselesaikan dengan baik dan tidak sampai memecah kedaulatan bangsa ini. Karna kita sebagai warga negara bangsa ini harus bersatu padu memajukan bangsa ini. Agar bangsa ini menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa-bangsa di luar sana. Dan perjuangan pahlawan-pahlawan negeri ini tidak sia-sia dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Kita harus ingat butuh waktu yang panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit untuk mengusir penjajah di Negeri. Maka hargailah semua itu dengan tidak memecah belah Negeri ini.