Kekeringan di Negeriku

Sekarang sedang musim kemarau di Indonesia. Hujan tak lagi turun seperti biasa dan matahari bersinar dengan terik. Tanaman pun mulai layu dan kekeringan. Sungai dan waduk mulai surut bahkan kering. Para petani mulai gelisah dan risau, takut pagi yang ditanam selama ini akan mati, dan gagal panen pun sudah terbayang dimata mereka. Entah berapa banyak kerugian yang harus mereka tanggung. Dan Pemerintah pun seperti acuh tak acuh terhadap penderitaan mereka. Kaum bawah memang kaum tertindas yang selalu dipandang sebelah mata. Suara mereka hanya akan didengar bila pemilu tiba, selebihnya suara mereka hanya dianggap kicauan yang tidak berguna. Yah begitulah pemerintahan kita, saya cuma berdoa suatu hari nanti semua rakyat Indonesia akan sejahtera.

Kembali ketopik awal kita, yaitu kekeringan. Saya perhatikan dari tahun ke tahun kekeringan di Indonesia makin menjadi-jadi. Rakyat-rakyat di daerah mulai kesusahan mencari air. Sungai yang dulunya sumber air bagi mereka kini sudah kering tanpa menyisakan setetes air pun. Memaksa mereka untuk berjalan berkilo-kilo meter masuk ke dalam hutan hanya untuk mendapatkan beberapa ember air. Kalaupun Pmerintah memberikan bantuan air bersih, itupun hanya sesekali dan tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka akan air bersih. Dan akhirnya mereka harus kembali keluar masuk hutan untuk mengambil beberapa ember air di sumber mata air yang belum mengering.

Andai saja kita lebih bersahabat dengan alam, tentu alam tidak akan sekeras ini pada kita. Hutan yang dulunya seperti brokoli bila kita liat dari atas, kini tak ubahnya kepala Deddy Corbuzier, gundul. Hakikatnya manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang sudah mereka miliki. Illegal logging di mana-mana, penambangan batu bara meraja lela, dan perkebunan sawit menggantikan hutan. Saya heran dengan tanah airku tercinta ini, Malaysia saja tidak mau mengubah hutannya menjadi kebun kelapa sawit. Tapi mengapa kita mau? apakah uang adalah segalanya? ingatlah! bila alam sudah murka, uang tidak akan berguna. Mungkin saja suatu hari nanti air bersih lebih mahalnya harganya daripada bensin dan solar.