DPR oh DPR

DPR oh DPR

Baru saja wakil-wakil rakyat dilantik di gedung DPR dan diambil sumpahnya sebagai wakil rakyat. Senyum lebar terpancar di wajah mereka masing-masing. Entah apa yang ada dibenak mereka, mungkin mereka bahagia telah menjadi perwakilan rakyat. Anggota DPR diibaratkan perpanjangan tangan rakyat dan suara rakyat adalah suara Tuhan. Baru beberapa hari yang lalu anggota Dewan yang terhormat mengesahkan UU yang menyatakan kalau pemilihan kepala daerah dikembalikan ke tangan anggota DPRD. Setujukah Anda? mungkin ada yang pro dan ada juga yang kontra dengan berbagai argument masing-masing. Rapat diwarnai interupsi dan walk out, namun kesepakatan sudah diambil, pemilihan kepala daerah dikembalikan ke anggota DPRD. Apapun hasilnya, saya harap itu yang terbaik untuk rakyat dan bangsa ini, bukan hanya untuk segilintir elit politik. Walaupun saya juga tahu, dengan disahkannya UU tersebut Indonesia mengalami kemunduran demokrasi. Karena rakyat sudah tak bisa memilih kepala daerahnya sendiri. Namun pemilihan langsung dan tidak langsung memiliki satu kesamaan, yaitu selalu ada money politic. Uang memang selalu memegang peranan penting bahkan diagung-agungkan.

Menurut saya, yang sudah terjadi biarlah terjadi. Masalah di Negeri ini bukan cuman masalah pemilihan langsung atau tidak langsung. Masalah di Negeri ini masih banyak dan komplit, bukan hanya untuk memperebutkan kekuasaan dan jabatan. Entah kapan anggota-anggota dewan yang terhormat itu akan benar-benar memperhatikan masalah-masalah yang dihadapi rakyat, bukan hanya plesiran keluar negeri dan korupsi sana sini. Entah apa arti sumpah yang mereka ucapkan dikala mereka dilantik kalau ternyata uang yang mereka Tuhankan. Di dunia yang sudah serba abu-abu ini dimana hitam dan putih sudah tidak bisa dibedakan, sungguh sulit untuk menentukan kebenaran. Bahkan MK, majelis kehormatan tempat terakhir seseorang mencari keadilan, ternyata ketuanya pun KORUPSI. Terus ke mana lagi rakyat di negeri ini mencari keadilan jika ternyata tak ada lagi yang bisa dipercaya. Seakan keadilan selalu berada ditangan orang BERUANG, beruang hitam (wkwkkwk….). Kalau dulu ada istilah “serigala berbulu domba” sekarang ada istilah “domba berbulu serigala”. Saya harap anggota-anggota DPR yang baru dilantik bisa menepati janji-janji mereka walaupun saya sadar saya juga tidak bisa berharap banyak. karena faktanya tiap tahun ada saja anggota DPR yang tertangkap basah melakukan korupsi, bahkan mereka tidak hanya tertangkap basah dengan banyak uang tapi juga basah-basahan dengan wanita-wanita cantik dan sexy. Apakah itu salah satu job list mereka?! korupsi sana sini dan bermain-main dari satu pelukan wanita ke wanita lainnya seakan itu sudah menjadi hal biasa. Selama ini anggota-anggota DPR selalu memberi image buruk terhadap instansi tempat mereka bernaung, baik dengan korupsi ataupun skandal-skandal tidak penting. Padahal lebih penting memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, daripada melakukan skandal-skandal tidak penting yang berunjung pada jeruji besi. Sungguh memilukan, entah apa saya yang ketinggalan berita atau memang iya, tak pernah sekali pun saya dengar prestasi anggota-anggota dewan yang terhormat. kalau mendengar mereka tersandung kasus korupsi dan skandal-skandal, sering kali saya dengar. Sebenarnya saya heran?! buat apa sich mereka korupsi?! padahal gaji anggota-anggota DPR kita yang terhormat ini salah satu yang terbesar di dunia ini, bahkan negara Adidaya seperti Amerika pun kalah besarnya gaji anggota parlemennya dengan anggota-anggota dewan kita yang terhormat. Masih kurang puaskah mereka dengan gaji besar mereka. Hingga harus korupsi sana sini, tak kasihankah mereka terhadap rakyat jelata yang membeli beraspun tak sanggup sehingga harus makan nasi akik, tinggal digubuk derita dengan atap bocor di sana sini, dengan tiupan anginpun pasti akan roboh. Dimanakah hati nurani kalian wahai anggota dewan yang terhormat? sehingga kalian seperti acuh tak acuh dengan jeritan hati rakyat kalian. Di saat pemilu tiba, kalian sambangi mereka, kalian nyanyikan dengan merdu janji-janji manis kalian, dan ketika kalian sudah terpilih tak satupun janji yang kalian ingat.

Tapi saya yakin seyakin-yakinnya kalau Tuhan itu ada dan Maha Mengetahui. Dan segala perbuatan pasti akan mendapat balasannya. Kalau tidak di dunia ini, ya di dunia lain, karena hari pembalasan itu pasti ada. Silahkan kalian permainkan sumpah kalian mengatasnamakan Tuhan. Dan menari-nari di atas penderitaan rakyat kalian. Karena kalian tidak akan pernah apa yang akan terjadi. Ingatlah Tuhan itu ADIL. Dan rakyat Indonesi tidak ingin janji tapi bukti dan solusi!