Kesehatan

Macam – macam jamu tradisional asam urat

Asam urat merupakan salah satu penyakit yang sering di derita oleh banyak orang tua di negara Indonesia ini. Tapi ada beberapa anak muda juga yang mengalami penyakit ini. Masyarakat sering menamai penyakit asam urat ini dengan rematik. Biasanya asam urat menyerang otot, sendan sistem tulang. Bahkan terkadang penyakit ini bisa mengganggu sistem imun tubuh anda.

Banyak faktor yang menyebabkan rematik, seperti trauma dan infeksi. Untuk mengobatinya, anda bisa berobat ke dokter atau banyak masyarakat yang menggunakan pengobatan alternatif seperti menggunakan jamu untuk mengobatinya. Penggunaan jamu tradisional asam urat lebih aman, alami, serta aman untuk tubuh. Ada beberapa jamu tradisional yang dapat anda gunakan untuk asam urat, diantaranya;

  1. Daun sirsak

Daun sirsak banyak mengandung vitamin C dan vitamin A. Kedua vitamin ini berkhasiat untuk mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh. Selain itu daun ini juga dapat meringankan nyeri yang diakibatkan oleh asam urat. Karena memang sakit yang di derita orang yang sedang asam urat itu begitu linu. Hal ini bisa berkepanjangan dan sangat mengganggu aktivitas.  Cara mengolah jamu tradisional asam asam urat dengan mengambil daun sirsak sebanyak 5 lembar dan di rebus dengan air mendidih. Kemudian meminum rambutan obat itu setelah dingin. Agar terlihat efeknya, lakukan cara tersebut setiap hari.

  1. Jahe

Jahe merupakan salah satu jenis rempah – rempah khas indonesia yang terkenal dapat mengobati berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang dapat ditangani dengan jahe ini adalah penyakit asam urat. Karena jahe ini berkhasiat untuk memperlancar sistem pernafasan juga dapat meredakan sakit sendi akibat asam urat. Mekanismenya jahe dapat mengeluarkan tumpukan asam urat yang ada di sendi sehingga memperlancar sirkulasi darah. Jamu tradisional asam urat cukup dengan mengkonsumsi jahe yang telah dijadikan soup secara rutin. Karena jamu tradisional jahe ini tidak akan memberikan efek yang signifikan jika tidak di makan secara kontinyu setiap harinya minimal 1 kali.