Mengapa Harus Memilih KPR Mandiri?

Mengapa Harus Memilih KPR Mandiri?

kpr mandiriSandang, pangan dan papan adalah kebutuhan dasar dan pokok bagi seluruh manusia. Artinya tanpa ketiga hal tersebut, makanan, pakaian dan tempat tinggal manusia tentu tidak dapat bertahan hidup. Untuk 2 kebutuhan pertama, pakaian dan makanan adalah jenis kebutuhan yang relative tidak membutuhkan banyak biaya dan relative masih terjangkau. Namun tidak demikian dengan papan atau tempat tinggal, tidak cukup uang 10 ribu sampai 100 ribu untuk mendapatkannya.

 Maka tidak heran, jika kemudian pemerintah melalui lembaga-lembaga keuangan seperti perbankan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki rumah. Adapun kemudahan ini dalam bentuk subsidi dan juga produk pinjaman kepemilikan rumah yang biasa kita sebut dengan KPR, termasuk juga KPR Mandiri. Karena lahan semakin lama semakin menyusut, menjadikan kebutuhan rumah tinggal semakin lama semakin tinggi. Hal ini menyebabkan harga juga semakin naik, dan bunga yang ditetapkan untuk kepemilikan rumah oleh perbankan juga semakin tinggi.

 Cara Penetapan Bunga KPR

Dalam menetapkan tingkat suku bunga, pada dasarnya bank, baik swasta maupun pemerintah haruslah mengacu pada BI rate atau tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Selain BI rate ada satu lagi tingkat suku bunga yang dijadikan acuan oleh produk KPR dari bank, yaitu tingkat suku bunga yang berlaku di pasar. Dari dua jenis tingkat bunga ini, maka secara umum ada 3 cara yang digunakan bank untuk menetapkan bunga, yaitu:

  • Fixed,
  • Floating,
  • Fixed – floating.

Penjelasan Masing-masing Metode

Dengan metode ini, maka bank akan mengenakan bunga berdasarkan pokok pinjaman atau nominal KPR yang disetujui. Adapun besaran bunga ditetapkan dengan persentase tertentu dengan mempertimbangkan jenis-jenis tingkat suku bunga seperti yang dijelaskan diatas yang bersifat tetap sampai akhir masa angsuran anda. Adapun metode floating berarti bunga yang ditetapkan akan sangat tergantung dari mekanisme pasar. Jadi terkadang bulan ini tinggi, belum tentu bulan berikutnya masih tinggi sehingga tidak mesti sama per bulannya sampai dengan akhir masa angsuran nantinya.

Dengan metode terakhir, bank akan menetapkan tingkat suku bunga fixed atau tetap pada periode awal, bisa 1 sampai 5 tahun. Sisanya akan menggunakan tingkat suku bunga floating atau mengambang, tergantung tingkat suku bunga yang berlaku di pasar. Dewasa ini, metode yang biasa digunakan oleh bank-bank untuk menetapkan tingkat bunga KPR nya adalah metode ini karena dianggap lebih menunjukkan besaran bunga yang sesungguhnya baik antara yang tertera di brosur maupun yang dibayarkan oleh klien.

Begitu juga dengan bank Mandiri yang merupakan bank plat merah atau miliki Pemerintah. Tentu mereka memiliki kebijakan yang akan memudahkan rakyat. Salah satunya dengan bunga KPR yang ditetapkan dengan fixed floating. Adapun bunga fixed yang ditetapkan untuk debitur adalah 10,5% selama dua tahun pertama pinjaman. Dasar pengenalnya adalah dari sisa saldo pinjaman. Jika anda bingung menghitung berapa angsuran yang harus dibayarkan untuk pokok pinjaman yang anda ambil, gunakan saja kalkulator KPR mandiri yang tersedia di internet.

Paling tidak nilai yang dihasilkan akan menjadikan gambaran bagi anda untuk menggambarkan besaran anggaran yang harus anda keluarkan jika mengambil fasilitas kredit KPR dari Bank Mandiri ini. Namun sebagai gambaran kepada anda, bahwa anda tidak akan rugi jika mengambil fasilitas KPR dari Bank Mandiri. Karena jika dibandingkan dengan bank-bank lain maka bank Mandiri memiliki masa penetapan bunga secara fixed paling lama, karena bank lain rata-rata hanya memberikan periode bunga fixed selama 1 tahun.